Sabtu, 01 Desember 2012


BIAYA MODAL

1.1 Pengertian Biaya Modal
Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yg berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan.
Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan.

1.2 Cost of Retained Earning
Biaya modal yg terjadi jika laba ditahan (LD) digunakan untuk reinvestasi di perusahaan ybs, biaya tsb sebesar tingkat keuntungan investasi (rate of return) yang diisyaratkan diterima oleh para investor.
Jika  ”LD”  diinvestasikan pada perusahaan lain akan memproleh keuntungan yang besarnya sama dg keuntungan jika perusahaan reinvestasi sendiri ”LD” tsb.
       Biaya modal dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing sumber dana (biaya modal individual).
       Namun, jika perusahaan menggunakan beberapa sumber modal maka biaya modal yang dihitung adalah biaya modal rata-rata tertimbang dari seluruh modal yang digunakan.
       Biaya modal rata-rata tertimbang ini disebut dengan  ”weight average cost of capital” (WACC).
       Konsep biaya modal erat kaitannya dg konsep tingkat keuntungan yg disyaratkan (required rate of return) yg dapat dilihat dari 2 sisi yaitu investor & perusahaan.
       tinggi rendahnya required rate
       Sisi investor, of return mrp tingkat keuntungan (rate of return) yg mencerminkan tingkat risiko dari aktiva yang dimiliki.
       Sisi perusahaan yg menggunakan dana (modal), besarnya required rate of return merupakan biaya modal (cost of capital) yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal tersebut.

1.3 Fungsi Biaya Modal
a. Terkait dengan pajak yg dikenakan pd perusahaan.
Biaya modal yang dikenakan pada modal pinjaman berbeda dg biaya modal dari modal sendiri.
Konsep perhitungan biaya modal didasarkan pd perhitungan :
a. sebelum pajak (before tax basis)
Perlu disesuaikan dulu dg pajak sebelum dilakukan peritungan biaya modal rata-ratanya seperti bligasi.
b. setelah pajak (after tax basis).
     b. Sebagai Discount Rate
Untuk menentukan diterima atau ditolaknya             suatu usulan investasi yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi tsb dengan biaya modalnya. 
Biaya modal di sini adalah biaya modal yang menyeluruh (overall cost of capital).
        Misalnya jika kita menggunakan metode Net Present Value atau Profitability Index untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investai, maka biaya modal berfungsi sbg "discount rate" yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang dari proceeds dan pengeluaran investasi.

1.4 Jenis Biaya Modal
a. Biaya Modal Individual
1) Biaya Modal Hutang Jangka Pendek
        Hutang jangka pendek (hutang lancar) mrp hutang yg jangka waktu pengembaliannya kurang dr 1 tahun, yang terdiri dari hutang perniagaan (trade account payable), hutang wesel & kredit jk pendek dr bank.

2) Biaya Modal Hutang JK Panjang
        Pada dasarnya biaya penggunaan hutang jangka panjang (cost of debt) yang biasanya berasal dari obligasi (cost of bond).

3) Biaya Modal Saham Preferen (cost of preferred stock atau kp)
       adalah biaya riil yang harus dibayar jika perusahaan menggunakan dana dg menjual saham preferen.
       kp diperhitungkan sebesar tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate of return) oleh investor pemegang saham preferen.
       Artinya tingkat keuntungan yang diharapkan oleh investor merupakan biaya yang harus ditanggung emiten.
       Biaya modal saham preferen mempunyai sifat campuran antara hutang dan saham biasa.                           
-       Mempunyai sifat hutang, karena saham preferen mengandung kewajiban tetap untuk memberikan pembayaran dividen secara periodik.
- Memiliki sifat seperti saham biasa karena saham preferen mrp bukti kepemilikan perusahaan yg mengeluarkan saham        preferen tersebut.
       Demikian pula ketika perusahaan terpaksa dilikuidasi, maka perusahaan pemegang saham preferen mempunyai hak sebelum pemegang saham biasa.
       Pembayaran dividen saham preferen dilakukan setelah pendapatan dikurangi pajak, sehingga biaya modal saham preferen tidak perlu lagi disesuaikan atau dikurangi dg pajak.
        
4) Biaya Modal Saham Biasa dan Laba Ditahan atau Biaya Modal Sendiri (equitas atau ke)
       merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan yang memperoleh dana dengan menjual saham biasa atau menggunakan laba ditahan untuk investasi.
       Peruasahaan dapat membagikan laba setelah pajak yang diperoleh sebagai dividen atau menahannya dalam bentuk laba ditahan. Laba ditahan yang digunakan untuk investasi kembali tersebut perlu diperhitungkan biaya modalnya.
Untuk menghitung biaya ekuitas (ke) digunakan dua model pendekatan yaitu :
1. Model Diskonto Dividen (Dividend Discount Model)
        Menjelaskan biaya ekuitas (ke) mrp tk diskonto yang menyeimbangkan nilai sekarang dr keseluruhan dividen per lembar saham yg diharapkan di masa akan datang, sehingga biaya modal mrp faktor diskonto dr dividen yg ada.
        Rumus (jika tdk ada pertumbuhan dividen)
                         D1       D2                          Dµ
        Po =   --------  +  --------  + …… + -------
                      (1+ke)1      (1+ke)2              (1+ke)µ
               
  µ           Dt
         Po =  å      ---------------
                     t=1      ( 1 + ke )1
         Jika dividen diharapkan mengalami pertumbuhan (growht) sebesar g per tahun, maka biaya ekuitas :
                   µ    Do (1 + g)t
        Po  =  å     ---------------
                      t=1      ( 1 + ke )t
         Apabila diasumsikan bahwa biaya ekuitas (ke) lebih besar daripada tingkat pertumbuhan dividennya, maka rumusnya menjadi :
                                        D1
                        Po  =   ----------
                                      ke - g
         di mana D1 = Do (1+g), sehingga rumus biaya ekuitasnya adalah :
                                D1
                 ke  =   ----------  + g
                                Po
Dimana :
            Po        =   Harga pasar saham biasa                     pada saat ini
            Dt        =   Dividen yang diterima untuk              periode t
            ke        =   Tingkat keuntungan yang                               disyaratkan investor
            g          =   growth (pertumbuhan)
           
            Do merupakan dividen yang diterima pada waktu t = 0

2. Pendekatan CAPM (Capital Asset Pricing Model)
   Model CAPM mrp model penetapan biaya modal dg menganalisis tingkat return saham i atau Ri yang ARm) yg terjadi.
   Besarnya tingkat rerturn saham yang diharapkan oleh investor ini merupakan biaya modal yang harus dikeluarkan oleh emiten.
Model CAPM ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :
   1. besarnya beta bunga bebas risiko (risk free rate, Rf),
   2. risiko sistematis yg ditunjukkan      oleh koefisien beta (b)
   3. premium risiko pasar yang ditunjukkan oleh selisih antara            return pasar
           dengan return saham (Rm – Ri).
Rumus model CAPM adalah :
               Ri = Rf + (Rm – Ri) bI
di mana :
   Ri        =  Tingkat reurn saham yang diharapkan
   Rf        =  Tingkat return bebas risiko
   Rm      =  Return portofolio pasar yang diharapkan
   bi          =  Koefisien beta saham i
         Dalam rumus di atas terlihat bahwa besarnya return saham i yang diharapkan (Ri) dipengaruhi antara lain oleh return pasarnya (Rm).
         Besarnya pengaruh return pasar terhadap return saham individual i tergantung pada besarnya koefisien beta saham i (bi).
         Beta mrp koefisien yg menunjukkan sensitivitas tingkat keuntungan sekuritas (saham) thd perubahan pasar.
         Apabila Beta = 1,00 artinya suatu saham memiliki standar deviasi atau risiko yang sama dengan risiko rata-rata pasar.
         Portofolio (penganekaragaman) investasi terdiri atas saham2 dg beta = 1 memiliki standar deviasi yg sama dg indeks pasar.
         Artinya, jika risiko protofolio saham = 1, maka sama dengan risiko pasar yang ada.
         Sedangkan saham atau sekuritas dengan koefisien beta = 0,5 berarti sekuritas itu akan berubah sebesar setengah dari risiko pasar sehingga harga pasar sekuritas akan cenderung bergerak setengah kali perubahan pasar.
         Sekuritas dengan koefisien beta lebih besar dari 1 (satu) akan memberikan tingkat keuntungan lebih besar dari rata2 pasar bila kondisi pasar membaik
         Jika kondisi pasar lemah akan memberikan tingkat keuntungan lebih rendah dari rata-rata pasar.
         Koefisien beta sekuritas yang mengukur perubahan pasar terhadap sebuah sekuritas dapat dicari dengan meregresikan tingkat keuntungan sekuritas dengan tingkat keuntungan portofolio pasar.

b.  Biaya Modal Keseluruhan
         Biaya modal keseluruhan adalah biaya modal yg memperhitungkan seluruh biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan.
         Konsep biaya modal  perusahaan secara keseluruhan (overall cost of capital) bermanfaat dalam penilaian usulan investasi jangka panjang.
         Misalnya, dlm menentukan proyek investasi yg  harus diambil dapat ditentukan dg membandingkan besarnya biaya modal yang harus dikeluarkan (cost of capital) dg tk keuntungan yg diproleh dimasa dtg.
         untuk menetapkan biaya modal dari perusahaan secara keseluruhan perlu dihitung biaya modal rata-rata tertimbangnya (weighted average cost of capital atau WACC).
         Sebagai unsur penimbangnya adalah proporsi dana bagi setiap jenis atau sumber modal yang digunakan dalam investasi  proyek tersebut.
Factor yang mempengaruhi WACC
1.             Kondisi pasar.
2.             Struktur Modal perusahaan dan dividend policy.
3.      Kebijakan Investasi. Perusahaan dengan proyek yang lebih berisiko umumnya memiliki WACC yang lebih tinggi.

1 komentar: