Sabtu, 17 November 2012


KEWIRAUSAHAAN KOPERASI

A.  Pengertian Kewirausahaan Koperasi
Kewirakoperasian adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil resiko dan berpegang pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan tepenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama.
Dari definisi tersebut terkandung beberapa unsur yang patut diperhatikan:
1.    Kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif. Ini berarti wirakop (orang yang melaksanakan kewirakoperasian) harus mempunyai keinginan untuk memajukan organisasi koperasi, baik itu usaha koperasi maupun usahan anggotanya. Usaha itu harus dilakukan secara koperatif dalam arti setiap kegiatan usaha koperasi harus mementingkan kebutuhan anggotanya.
2.   Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.
3.    Wirakop mempunyai keberanian mengambil resiko. Karena dunia penuh dengan ketidakpastian, sehingga hal-hal yang diharapkan kadang-kadang tidak sesuai dengan kenyataan yang sedang terjadi di lapangan. Oleh karena itu dalam menghadapi situasi semacam itu diperlukan seorang wirausaha yang mempunyai kemampuan mengambil resiko. Pada koperasi risiko-risiko yang ditimbulkan oleh ketidakpastian sedikit terkurangi oleh orientasi usahanya yang lebih banyak di pasar internal pasar internal memungkinkan setiap usaha menjadi beban koperasi dan anggotanya  karena koperasi adalah milik anggota. Oleh karena itu secara nalar tidak mungkin anggota merugikan koperasinya.
4.      Kegiatan koperasi harus berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, yaitu anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan. Kepentingan anggota harus diutamakan agar anggota mau berpartisifasi aktif terhadap koperasi. Karena itu wirakop bertugas meningkatkan pelayanan dengan jalan menyediakan berbagai kebutuhan anggotanya.
5.  Tujuan utama setiap wirakop adalah memenuhi kebutuhan nyata anggota koperasi dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Tugas seorang wirakop sebenarnya cukup berat karena banyak pihak yang berkepentingan di lingkungan koperasi, seperti anggota, perusahaan koperasi, karyawan, masyarakat disekitarnya, dan lain-lain.
6.  Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer, birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi. Keempat jenis wirakop ini tentunya mempunyai kebebasan bertindak dan insentif yang berbeda-beda yang selanjutnya menentukan tingkat efektivitas yang berbeda-beda pula.

B.  Fungsi Kewirakoperasian
Dipandang dari kegiatan dari seorang wirakop, fungsi kewirakoperasian dibedakan menjadi 3 jenis yaitu (Ropke, 1992):
1.      Kewirakoperasian Rutin
Kewirakoperasian rutin diarahkan pada kegiatan rutin organisasi usaha (koperasi), seperti produksi, personalia, keuangan, administrasi, dan lain-lain. Program-program telah disusun dan dilaksanakan. Tugas wirakop hanyalah meluruskan/mengendalikan sesuatu agar berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Dalam pengertian lain tugas wirakop yang bersifat rutin  hubungannya erat dengan alokasi faktor produksi. Dalam alokasi sumber daya kadang-kadang terjadi penyimpangan dari hal yang direncanakan  semula, dan penyimpangan ini ini perlu diluruskan. Jadi pada dasarnya kegiatan wirakop dalam hal ini hanyalah menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam aktivitas rutin sehari-hari.
Kewirakoperasian rutin mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a.       Kegiatan kewirakoperasian berhubungan dengan  evaluasi dan koreksi bila terjadi misalokasi sumber daya.
b.      Manajer (wirakop) mempunyai informasi yang banyak tentang sumber daya, tujuan dan risiko yang dihadapi.
c.       Rendahnya tingkat ketidakpastian memungkinkan wirakop mampu memaksimumkan tujuan (misalnya profit).
2.      Kewirakoperasian Arbitrage
Arbitrage disini dimaksudkan sebagai keputusan yang diambil dari dua kondisi yang berbeda. Tugas utama dari wirakop dalam hal ini mencari peluang yang menguntungkan dari dua kondisi yang berbeda. Untuk memperoleh keberhasilan, wirakop harus mempunyai informasi yang banyak tentang lingkungan dan pasar yang hendak dituju dan memnfaatkan informasi ini untuk kemajuan koperasi.
3.      Kewirakoperasian Inovatif
Inovatif berarti mencari, memanfaatkan dan menemukan sesuatu yang baru. Wirakop yang inovatif berarti wirakop yang selalu tidak puas dengan kondisi yang ada. Ia selalu berusaha mencari, menemukan dan memnafaatkan peluang yang diperoleh. Ia sangat diperlukan terutama pada kondisi dimana perusahaan (termasuk koperasi) mengalami stagnasi. Ia juga diperlukan oleh perusahaan atau koperasi yang mengalami masalah ketidakpastian yang serius dalam lingkungan yang dinamis.

C.  Jiwa dan Semangat Kewirakoperasian
Secara definitif seorang wirausaha (termasuk wirakop) adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses. Para wirakop adalah orang yang mempunyai sikap mental positif yang berorientasi pada tindakan dan mempunyai motivasi tinggi dalam mengambil resiko pada saat mengejar tujuannya.
Menurut Meredith (1984) para wirausaha (termasuk wirakop) mempunyai ciri dan watak yang berlainan dengan individu kebanyakan. Ciri-ciri dan watak tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1.      Mempunyai kepercayaan yang kuat terhadap diri sendiri.
2.  Berorientasi pada tugas dan hasil yang didorong oleh kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi pada keuntungan, mempunyai ketekunan dan ketabahan, mempunyai tekad kerja keras dan mempunyai energi inisiatif.
3.   Mempunyai kemampuan dalam mengambil risiko dan mengambil keputusan-keputusan secara tepat dan cermat.
4.      Mempunyai jiwa kepemimpinan, suka bergau dan suka menanggapi saran-saran dan kritik.
5.      Berjiwa inovatif, kreatif dan tekun.
6.      Berorientasi pada masa depan.
          Tidak semua wirausaha koperasi mempunyai sikap seperti itu, diantara mereka ada yang sombong dan muluk-muluk, ada yang bersikap hangat dan bersahabat dan ada yang berpikir cepat tetapi ada pula yang lamban. Tetapi pada dasarnya para wirausaha koperasi mempunyai tugas yang sama yaitu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkannya sebagai peluang.

D.  Prinsip-prinsip inovasi
Tugas wirausaha koperasi yang utama adalah menciptakan inovasi-inovasi baru yang menguntungkan. Kemudian agar berhasil menjalankan misinya, beberapa prinsip yang perlu diperhatikan wirausaha (termasuk koperasi) seperti yang dikemukakan oleh Peter F. Drucker (1988) adalah sebagai berikut:
1.    Inovasi harus mempunyai tujuan dan sistematis yang dimulai dengan menganalisis peluang. Semua sumber peluang inovatif harus dianalisis dan ditelaah dengan sistematis,  tidak cukup hanya dengan memperhatikan saja. Pencariannya harus diorganisir dan harus dikerjakan dengan cara-cara yang lazim dan sistematis.
2.      Inovasi bersifat konseptual dan perseptual. Oleh karena itu, inovator harus pergi keluar untuk melihat-lihat, bertanya dan mendengarkan, misalnya memperhatikan para pelanggan atau para pemakai dan kemudian mempelajari harapan mereka, nilai-nilai dan kebutuhannya.
3.      Agar efektif sebuah inovasi harus sederhana dan harus difokuskan. Jika tidak sederhana inovasi tidak akan jalan.  Segala sesuatu yang baru akan menyebabkan kesulitan, kalau terlalu rumit maka tidak akan dapat diatur dan diperbaiki.
4.      Inovasi yang efektif harus dimulai dari yang kecil, tidak perlu muluk-muluk dan cobalah melakukan sesuatu yang khas.
5.   Inovasi yang berhasil harus mengarah pada kepemimpinan, artinya semua strategi yang mengarah pada pemanfaatan sebuah inovasi, harus memperoleh kepemimpinan dalam lingkungan tertentu. Jika tidak maka semua strategi itu hanya akan  menemui kegagalan.
6.  Jangan berlagak pintar. Inovasi harus ditangani oleh manusia biasa. Bagaimanapun ketidakmampuan merupakan satu-satunya faktor yang sangat menentukan. Sesuatu yang menganggap terlalu pintar, apakah dalam rancangan atau pelaksanaan, hampir pasti akan menemui kegagalan.
7.     Jangan coba mengerjakan terlalu banyak pekerjaan sekaligus. Inovasi yang menyimpang dari intinya akan cenderung buyar. Ia akan tetap tinggal gagasan dan tak akan menjadi inovasi.
8.      Jangan coba-coba melakukan inovasi bagi masa depan. Lakukan inovasi masa sekarang sebab dimasa yang akan datang kita akan menemui peluang-peluang yang baru yang lebih baik daripada sekarang
9.   Harus diingat bahwa inovasi adalah karya. Inovasi menghendaki pengetahuan dan kepintaran, bakat, kelihaian, kepekaan, ketekunan dan keuletan.
10.  Agar berhasil, seorang inovator harus membina kekuatannya. Inovator yang berhasil harus  melihat peluang dalam jaringan yang luas. Tetapi dalam inovasi akan lebih penting membina kekuatan mengingat risiko yang dihasilkannya adalah untuk kemampuan dan prestasi.
11.  Harus diingat, inovasi adalah dampak dalam perekonomian dan masyarakat. Oleh karena itu inovasi harus senantiasa dekat dengan pasar, tertuju ke pasar dan harus benar-benar digerakkan oleh pasar.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar